You are currently browsing the daily archive for Oktober 11th, 2007.

hmm ngk kerasa sudah 1 bulan saya membangun blogs pribadi milik saya. adapun awal mula nya yaitu dari ketertarikan saya akan blogs karena temen-temen saya banyak yang memiliki blogs ataupun website. awalnya saya tidak menyukai akan seni yang berbau webs atau sejenis. namun rasa penasaran pun datang dalam hati….masa temen saya bisa trs saya ko ngk bisa.
adapun waktu tepatnya blogs willmen46.wordpress.com ini dibangun adalah waktu jam pertemuan anak-anak baru anggota KSL. KSL adalah kelompok study linux dikampus ku, salah satu kampus swasta di kota djogja. waktu itu lokasi acara adalah dilaboratorium jarkom. dimana anak-anak baru sedang mendapatkan materi mengenai dasar komputer and pengenalan akan internet. saat itu saya sedang tidak melakukan apa-apa daripada boring akhirnya ngenet dech. walaupun under windows.ngk masalah kan kita udah biasa pake linux
hmm waktu itu isenk buka blogs percobaan ku dibloger. eh sebelahku ada Om jonny mamed…ya udah tanya2 aja and minta diajarin gmn sech ngeblog di wordpress. pertama ya tahap awal biasa lah registrasi and lain nya bla..bla..bla… akhirnya jadilah tampilan awal willmen.46.wordpress huuuuhhuuuuu ni dia project ku ke depan..belajar ngeblog di wordpress. tangggal berdiri nya willmen46.wordpress.com pun yaitu 10 September 2007
akhirnya hari demi hari dilalui hingga akhirnya sampai hari ini, awalnya blogs ini hanya aq jadikan curahan akan ide and unek-unek ku. ngk ketinggalan juga tempat menampung tugas-tugas ku siapa tau saja hilang atau kehapus so aq masih punya backup diblogs ku selain di email ku. dan pada walnya aq pun tidak berpikir bahwa blogs ku nanti akan ada yang melihat…cos tau sendiri aq masih pemula.
statistikasampai pada akhirnya hampir 1bulan saya membangun blogs ini. sudah sekitar 454 pengunjung yang mengunjungi blogs pribadi ku termasuk diri ku. selain itu terdapat juga sekitar 50 tulisan yang aq create selama 1bulan ini and tak lupa 17 komentar yang masuk. adapun 6 kategori yang sementara aq bangun antara lain informatic room, my-PP room, project room, linux room, joke room and uncategories.
untuk perkembangan blogs ku ini, aq berharap akan tetap bisa membangun willmen46.wordpress.com dan berusaha agar informasi yang ada lebih bisa membuat para peselancar dunia maya lebih mengetahui informasi yang ada. special thanx untuk semua yang sudah mampir ataupun mengunjungi blogs pribadi ku ini juga yang telah berkomentar. penulis meyakini blogs ini masih seumur jagung jadi jikalau ada banyak kekurangan mohon maaf. tak lupa penulis berterima kasih pada wordpress.com atas layanannya.

PENELUSURAN SEJARAH LAGU RASA SAYANGE

Setelah pada posting sebelumnya, penulis membahas mengenai penelusuran lagu rasa sayange dari segi musiknya, sekarang penulis mencoba memberikan informasi mengenai penelusuran lagu rasa sayange. Adapun beberapa sumber penulis gunakan untuk menjadi sumber informasi yang penulis beritakan.

Para seniman di Maluku yang tergabung dalam Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (Pappri) setempat kini menghimpun data lagu “Rasa Sayange”  yang diklaim sebagai “jingle” kampanye pariwisata Malaysia. Para pencipta lagu, penyanyi maupun warga masyarakat yang bisa dijadikan saksi kini dihimpun masukkannya guna meyakinkan bahwa “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia sebagai lagu rakyat Maluku. Buce Tumaluweng (Ketua Pappri Maluku) menunjuk saksi Christina Manuputty, lahir tahun 1920, yang mengakui sejak berumur lima tahun lagu “rasa sayange” sudah menjadi hiburannya ketika dibujuk ibunya untuk tidur. Pencipta lagu dan penyanyi Beng Leiwakabebessy sempat mengiringi dengan gitar ketika Presiden Soekarno menyanyi lagu tersebut di bandara Internasional Pattimura di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, tahun 1950. setelah data-data yang dihimpun cukup, maka bukti akan lagu rasa sayange nantinya akan digunakan sebagai wujud protes kepada Malaysia yang telah memanfaatkannya sebagai `jingle` kampanye pariwisata negara itu untuk memperingati kemerdekaan Malaysia yang ke-50.

Adapun titik terang lainnya yaitu pada Perusahaan Percetakan Negara Lokananta Solo menemukan arsip rekaman lagu ”Rasa Sayange”. Menurut Kepala PPN Lokananta, Roektiningsih, lagu tersebut direkam pada 15 Agustus 1962. ”Sebagai souvenir Asian Games IV di Jakarta.

Diketahuinya rekaman tersebut merupakan cidera mata tampak dari sampulnya yang ada tulisannya ”Souvenir from Indonesia, untuk ‘the Fourth Asian Games”. Menurut Roektiningsih, lagu itu direkam dan digandakan atas perintah dari Presiden RI waktu itu Ir. Soekarno kepada Menteri Penerangan R. Maladi. Dari lagu yang diperdengarkan, penyanyinya lebih dari satu orang

Piringan hitam hasil rekaman Lokakarya berisikan 8 buah lagu termasuk lagu “rasa sayange”. Adapun judul-judl lagu tersebut menggunakan ejaan lama. Pada bagian piringan hitam itu urutan lagu yang direkam antara lain : sorak-sorak bergembira, ina ni keke, sengko-sengko danainang, rasa sajange, tjatja maritja, suew ora djamu, gelang si paku gelang. Adapun bukti otentik bahwa lagu rasa sayange pernah direkam pada perusahaan percetakan Negara adalah Pita reel master rekamannya yaitu nomor registrasi. Masih ada nomor registernya SRL.253 dan SLR.254 yang ditulis lagu rasa sayange. Hasil rekaman tadi merupakan persembahan dari Orkes Lokanada pimpinan Supardi.

Adapun durasi untuk lagu rasa sajange dalah 2 menit 20 detik dimana dinyanyikan dalam bentuk koor. Adapun pada bagian syair dari lagu rasa sajange ada bagian yang menyebutkan kata dari “Tanah Ambon”.
Pada bagian kepemilikan pengarang menggunakan inisaial NN karena pada awal mula nya lagu yang mendarah daging sejak dulu ini merupakan hasil karya seniman, dimana penggunaan NN ditujukan agar karya seninya ini tak terbatas pada wilayah tertentu saja. Karena dengan demikian semua kalangan dapat menikmati hasil karya seni yang dibuat seniman tersebut. Selain itu, pola pikir jaman dahulu belum mengarah pada penggunaan HAKI pada pembuatan karya seni. Tentu saja ini juga merupakan factor lain dimana banyak sekali kurang nya pengetahuan seniman jaman dulu akan penting nya mencantum kan identitas jika menciptakan sesuatu.

Namun ada anggapan, jika terjadi perselisihan antara kedua Negara yang mengklaim sebuah lagu, maka Negara yang menang adalah Negara yang memiliki lagu itu pertama kali dibuat. Kita bangsa Indonesia hendaklah bersyukur karena perusahaan percetakan Lokanada masih menyimpan rekaman lagu ini yang dibuat pada tahun 1962.

Selain mencari informasi dan bukti di perusahaan percetakan Lokanada, pihak Indonesia dalam hal ini departemen kebudayaan dan pariwisata juga sedang mengumpulkan bukti dari Minoru Endo Music Fundation yang bertempat diJepang. Diharapkan di Minoru Endo dapat ditemukan kumpulan lagu-lagu asli Indonesia yang pernah diserahkan Indonesia kepada mereka (Minoru endu) yang mana dipergunakan untuk pembuatan buku yang berisikan lagu-lagi dari berbagai Negara. Namun hal ini masih dalam perjuangan karena mengingat keterbatasan kuota lagu yaitu hanya sebanyak 20 lagu saja sehingga mungkin terjadi yaitu lagu rasa sayange tidak masuk dalam daftar, namun pihak departemen kebudayaan dan pariwisata akan mengoptimalkan pencarian bukti.

Mari dukung penelusuran bukti dari lagu rasa sayange, sehingga asset berharga bangsa tidak berpindah tangan…dan kita bisa membuat Malaysia menggunakan HELM karena malu akan tindakannya dengan seenaknya mengambil karya milik bangsa kita. Jangan sampai persoalan seperti sipadan-ligitan, batik, wayang serta tempe akan terulang kembali.

Sumber yang penulis gunakan yaitu :
-    Cyber milik kompas
-    Antara djogja
-    Tempointeraktif
-    Detik.com

PERSOALAN LAGU RASA SAYANGE

Mungkin saat ini, persoalan mengenai konflik tentang lagu rasa sayange yang dijadikan hits promosi oleh pemerintah Malaysia tidak terlalu hangat jika dibandingkan dengan keadaan pemberitaan minggu lalu yang masih cukup panas. Walaupun demikian, kita jangan menganggap bahwa persoalan ini selesai sampai disini. Hmm jika kita berpikir seperti itu…kita salah besar, kenapa..? salah satu asset kebudayaan Negara kita sengan se-enak mereka ambil sehingga kita sebagai anak bangsa tidak boleh tinggal diam
Oleh karena itu, mari kita selidiki lebih lanjut mengenai persoalan antara Indonesia vs Malaysia mengenai lagu rasa sayange………..
Awal muncul nya persoalan akan lagu rasa sayange adalah mengenai pemakaian akan lagu rasa sayange untuk hits lagu pariwisata dan tidak itu saja, mereka(Malaysia) mengklaim bahwa lagu rasa sayange sebagai milik mereka.
Tentu saja tak pelik, pernyataan tersebut membuat pihak Indonesia sangat gusar, mungkin ada yang menilai biasa-biasa saja namun ada saja yang mengecam akan tindakan Malaysia tersebut. Tak hanya saling berperang argumentasi akan kepemilikan dari lagu rasa sayange, namun para pelaku dunia maya pun seakan tak ingin ketinggalan. Beberapa milis yang penulis ikuti menunjukan bahwa betapa panasnya aroma perselisihan yang berlangsung, mulai dari saling ejek, kata-kata makian hingga saling menjelek-jelekkan masing-masing Negara. Beberapa link yg bisa kita akses untuk melihat aroma panas perang yang terjadi mungkin bisa kita cari digoogle atau berikut ini adalah beberapa diantara nya :
- http://www.detikforum.com/showthread.php?t=1432&page=152
- http://www.asiafinest.com/forum/
- http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T49982MFIEVG9AC58/p82#lastPost
Mari kita telusuri bahwa lagu ini, mungkin sudah banyak informasi yang beredar dikalangan dunia maya, penulis pun sudah terhitung 2x melakukan posting untuk topik ini, namun untuk berbagi pengetahuan maka penulis memberikan lagi posting mengenai konflik lagu rasa sayange, so lets cek it now

Untuk versi Indonesia :
Rasa sayange rasa sayang sayange
Hei lia dari jaoh rasa sayang badanee
Jalan-jalan sepanjang jalan
Terbang melayang pun yang jaoh
Nona manis terbayang-bayang
Tapi nyong tidak mau

Untuk versi Malaysia :
Rasa sayang hey rasa sayang sayang hey
Liat non jauh rasa sayang sayang hey
Jalan-jalan kepasar malam
Macam-macam boleh dicari
Malaysia harmoni indahnya alam
Jemputlah rakan datang kemari
Penggalan syair diatas merupakan bukti bahwa Malaysia melakukan perubahan akan lagu rasa sayange yang sudah lama kita kenal sebagai lagu khas rakyat maluku. Sedari kecil dari SD, SLTP sampai SMU, jika penulis ditanya oleh guru pelajaran IPS, “darimana kah asal lagu rasa sayange…??“ maka dengan gamblang penulis akan          menjawab“dari Maluku…“.  Akah kita(bangsa indonesia) rela jika ada pertanyaan “darimana kah asal lagu rasa sayange…??“ maka dengan gamblang penulis akan          menjawab“dari Malaysia…“. klo penulis boleh berargument…jangan sampai itu terjadi

Rasa Sayang Sayange
Hei lia dari jaoh rasa sayang badanee
Jalan-jalan sepanjang jalan
Terbang melayang pun yang jaoh
Nona manis terbayang-bayang
Tapi nyong tidak mau

Bait lagu Rasa Sayange di ataslah yang sempat dinyanyikan Presiden pertama RI, Soekarno. Lagu ini dinyanyikan di tahun 1951, dengan iringan petikan gitar salah satu legenda musik Maluku, Beng Leiwakabessy (84). lagu yang dinyanyikan Presiden sebagai bagian dari penghormatan terhadap nilai seni dan budaya daerah Maluku. Saat itu, Presiden berkata, inilah bentuk penghormatan dirinya terhadap daya cipta seni daerah Maluku yang begitu tinggi. Saat Pa Sukarno menyanyikan lagu tersebut, ia menyanyikan nya dibandara Patimura Laha dengan iringan musik gitar dari Beng Leiwakabessy.

Lagu rasa sayange biasanya dinyanyikan pada pesta-pesta rakyat Maluku atau acara resmi lainnya. Tak hanya itu saja, lagu rasa sayange pun seringkali disisipi oleh bumbu berupa pantun baik itu nasehat ataupun kata-kata penuntun disesuaikan dengan acara yang sedang berlangsung.

Lalu bagaimana cara menelusuri keaslian lagu rasa sayange dan siapa yang sebenarnya memilikinya………?

Pertama kali kita telusuri dari sesi musiknya :
Relusuri terlebih dahulu mengenai komposisi dan aransemen-nya. Kita wajib memahami kedua unsur itu di dalam pembuatan lagu. Lagu rasa sayange mempunayai”nada dasar major”. Tangga nada ‘pentatonik juga terdapat dalam Lagu ini. Tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang lazim di pakai dalam musik-musik daerah di indonesia,kususnya jawa dan indonesia timur.
Mungkin malaysia masih serumpun dengan Indonesia. Tetapi perlu kita ketahui,malaysia terletak berdekatan dengan indonesia sebelah barat(minang). Sedangkan lagu-lagu daerah berirama minang jarang yang menggunakan skala tangga nada pentatonik. Lagu berirama melayu banyak menggunakan skala tangga nada “minor”. Jadi kemungkinan besar lagu “rasa sayange” berasal “bukan” dari barat. Atau dengan kata lain bukan lagu berirama “melayu”. Kita bisa melihat dari lagu-lagu Malaysia, pencipta lagu-pencipta lagu malaysia kebanyakan menggunakan skala tangga nada “minor”. Kita bisa ambil contoh: Isabela, Suci dalam debu dll. Aransemen dan komposisi di dalam lagu-lagu ini berbeda dengan komposisi yang terdapat di lagu-lagu indonesia yang cenderung menggunakan tangga nada “major”.
Kalau kita melihat dari segi “lyric” lagu, lyric lagu sangat mudah untuk di “rubah”, beda lyric mungkin bisa beda arti. Tetapi aransement lagu yang di rubah akan membuat suatu lagu “hilang”. Kami musisi sering “merilis” ulang lagu orang. Mungkin kami bisa merubah lyricnya.Tapi pada saat kita merubah aransementnya,maka lagu tersebut juga akan “kehilangan keaslianya”.jadi orang mungkin tidak akan tau keaslian lagu gubahan kita tersebut.
Tetapi dalam kasus ini,aransement lagu “rasa sayange”masih utuh belum di rubah, hanya beberapa lyrick saja yang telah di rubah, dengan kondisi ini,orang akan dapat dengan jelas melihat dan mendengar “keaslian” lagu rasa sayange. Mungkin orang malaysia boleh bersikeras bahwa itu adalah lagu mereka.mungkin mereka hanya melihat dari segi lyric yang telah dirubah. Tetapi hal itu tidak akan terjadi bila mereka mau dan “MAMPU” menguraikan unsur yang terkandung di dalam lagu tersebut.
sebagai mana kita ketahui bahwa bangsa melayu seperti Malaysia sangat jauh dari ejaan dengan akhiran “E”. Jika pun ada kecil kemungkinan terjadi karena lafal ejaan akhiran “E” hanya digunakan oleh suku Jawa ataupun Maluku. Telhitah jelas bahwa mereka ingin menghilangkan anggapan ini dengan mengganti lyrik dari lagu rasa sayange. Kemudian yang patut kita soroti adalah, penggunaan dari logat “NONA”. Bangsa melayu seperti Malaysia mungkin mengenal akan sebutan nona tapi mereka lebih sering menggunakan . sebutan pak cik, mak cik, datuk and yang lainnya daripada sebutan “NONA” kita mengetahui bahwa penggunaan sebutan “NONA” hanya dipakai untuk golongan rakyat Maluku untuk keseharian mereka.

Untuk penelusuran masalah ini, ada pada posting penulis dengan judul “PENELUSURAN SEJARAH LAGU RASA SAYANGE”

Yang Pada Ngelirik

  • 166,441 Pengunjung

 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Test Ip Visitor

IP

Willmen46 Banner

http://willmen46.wordpress.com

Willmen46 PageRank

Top Rated