You are currently browsing the daily archive for Oktober 18th, 2007.
MARGA DAN TAROMBO
MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal) Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang Batak merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki laki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.
TAROMBO adalah silsilah, asal usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan panggilan “ampara” atau “marhula- hula” dengan panggilan “lae/tulang”. Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan ayah/bibi), “Amangboru/Makela”,(suami dari adik ayah/Om) “Bapatua/Amanganggi/Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/ adik), PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst
Dikutip dari berbagai sumber
BEBERAPA BUDAYA UTAMA DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA
KEKERABATAN
Yang mencakup hubungan premordial suku, kasih sayang atas dasar hubungan darah, kerukunan unsur-unsur Dalihan Na Tolu( Hula-hula, Dongan Tubu, Boru), Pisang Raut (Anak Boru dari Anak Boru), Hatobangon (Cendikiawan) dan segala yang berkaitan hubungan kekerabatan karena pernikahan, solidaritas marga dan lain-lain.
RELIGI
Mencakup kehidupan keagamaan, baik agama tradisional maupun agama yang datang kemudian yang
mengatur hubungannya dengan Maha Pencipta serta hubungannya dengan manusia dan lingkungan hidupnya.
HAGABEON
Banyak keturunan dan panjang umur. satu ungkapan tradisional Batak yang terkenal yang disampaikan pada saat upacara pernikahan adalah ungkapan yang mengharapkan agar kelak pengantin baru dikaruniakan putra 17 dan putri 16. Sumber daya manusia bagi orang Batak sangat penting. Kekuatan yang tangguh hanya dapat dibangun dalam jumlah manusia yang banyak. Ini erat hubungannya dengan sejarah suku bangsa Batak yang ditakdirkan memiliki budaya bersaing yang sangat tinggi. Konsep Hagabeon berakar, dari budaya bersaing pada jaman purba, bahkan tercatat dalam sejarah perkembangan, terwujud dalam perang huta. Dalam perang tradisional ini kekuatan tertumpu pada jumlah personil yang besar. Mengenai umur panjang dalam konsep hagabeon disebut SAUR MATUA BULUNG ( seperti daun, yang gugur setelah tua). Dapat dibayangkan betapa besar pertambahan jumlah tenaga manusia yang diharapkan oleh orang Batak, karena selain setiap keluarga diharapkan melahirkan putra-putri sebanyak 33 orang, juga semuanya diharapkan berusia lanjut.
HASANGAPON
Kemuliaan, kewibawaan, kharisma, suatu nilai utama yang memberi dorongan kuat untuk meraih kejayaan. Nilai ini memberi dorongan kuat, lebih-lebih pada orang Toba, pada jaman modern ini untuk meraih jabatan dan pangkat yang memberikan kemuliaan,kewibawaan, kharisma dan kekuasaan.
HAMORAON
Kaya raya, salah satu nilai budaya yang mendasari dan mendorong orang Batak, khususnya orang Toba, untuk mencari harta benda yang banyak.
HAMAJUON
Kemajuan, yang diraih melalui merantau dan menuntut ilmu. Nilai budaya hamajuon ini sangat kuat mendorong orang Batak bermigrasi keseluruh pelosok tanah air. Pada abad yang lalu, Sumatra Timur dipandang sebagai daerah rantau. Tetapi sejalan dengan dinamika orang Batak, tujuan migrasinya telah semakin meluas ke seluruh pelosok tanah air untuk memelihara atau meningkatkan daya saingnya.
HUKUM
Patik dohot uhum, aturan dan hukum. Nilai patik dohot dan uhum merupakan nilai yang kuat di sosialisasikan oleh orang Batak. Budaya menegakkan kebenaran, berkecimpung dalam dunia hukum merupakan dunia orang Batak.
Nilai ini mungkin lahir dari tingginya frekuensi pelanggaran hak asasi dalam perjalanan hidup orang Batak sejak jaman purba. Sehingga mereka mahir dalam berbicara dan berjuang memperjuangkan hak-hak asasi. Ini tampil dalam permukaan kehidupan hukum di Indonesia yang mencatat nama orang Batak dalam daftar pendekar-pendekar hukum, baik sebagai Jaksa, Pembela maupun Hakim.
PENGAYOMAN
Dalam kehidupan sosio-kultural orang Batak kurang kuat dibandingkan dengan nilai-nilai yang disebutkan terdahulu. ini mungkin disebabkan kemandirian yang berkadar tinggi. Kehadiran pengayom, pelindung, pemberi kesejahteraan, hanya diperlukan dalam keadaan yang sangat mendesak.
KONFLIK
Dalam kehidupan orang Batak Toba kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada pada Angkola-Mandailing. Ini dapat dipahami dari perbedaan mentalitas kedua sub suku Batak ini. Sumber konflik terutama ialah kehidupan kekerabatan dalam kehidupan Angkola-Mandailing. Sedang pada orang Toba lebih luas lagi karena menyangkut perjuangan meraih hasil nilai budaya lainnya. Antara lain Hamoraon yang mau tidak mau merupakan sumber konflik yang abadi bagi orang Toba.
Dikutip dari berbagai sumber
HIKMAH BATAK
Adapun tulisan dibawah ini merupakan informasi yang disarikan dari buku Filsafat Batak: Tentang Kebiasaan-kebiasaan Adat Istiadat; TM Sihombing, Balai Pustaka, 1986
Purpar pande dorpi jumadihon tu rapotna : Tukang yang sedang membuat dinding menimbulkan hiruk-pikuk yang sangat, tapi akibatnya papan-papan dinding menjadi rapat. Maksudnya, dalam permusyawarahan acapkali pertengkaran hebat membuat tercapainya hasil yang memuaskan.
Tubu simarimbalo dilambung simarhalosi. Tongka do siripe manjalo na so umboto mamalosi : Adalah pantang hanya tahu menerima dan tidak tahu membalas.
Molo godang pinanutan, godang ma harharam : Bila banyak menerima harus juga banyak memberi imbalan.
Niarit tarugi porapora, molo tinean uli teanon ma dohot gora : Kalau kita telah menerima untung dari sesuatu maka kita harus juga siap sedia menanggung risikonya.
Natoras na tutu mengkaholongi ianakkona, ianakkon na tutu pasangap natorasna : Orangtua yang benar ialah yang mencintai anak-anaknya dan anak-anak yang benar ialah yang menghormati orangtua.
Agia pe lapalapa asal ditoru ni sobuon, agia pe malapalap asal ma di hangoluon, ai sai na boi do jolma partalaga muba gabe parjoluon : Biar miskin dan menderita tidak mengapa asalkan bisa terus hidup, karena selama masih hidup tetap ada harapan mendapat perbaikan nasib.
Hotang do ragian, hadanghadangan pansalongan; Sihahaan gabe sianggian, molo hurang sinaloan : Anak sulung menjadi anak bungsu kalau kurang pengetahuan.
Hotang binebebebe, hotang pinulospulos; Unang iba mandele godang do todustudos : Janganlah berputus asa, di dunia ini banyak orang yang sama penderitaannya dengan kita, banyak kejadian pada orang lain yang dapat dijadikan cermin.
Tumbur ni pangkat tu tumbur ni hotang; Tusi hamu mangalangka, disi ma hamu dapotan : Ke mana kamu melangkah di situlah hendaknya kamu mendapat rezeki.
Hotang hotari hotang pulogos; Gogo ma mansari, na dangol do na pogos : Berusahalah sekuat tenaga karena kemiskinan itu identik dengan penderitaan.
Manat mardongan sabutuha: Berhati-hatilah dengan teman semarga. Siapa-siapa yang patut dihormati harus selalu dihormati.
Tinaba hau toras bahen sopo di balian; Na burju marnatoras ingkon dapotan parsaulian : Orang yang mengasihi orangtuanya dan selalu melayani mereka sebaik-baiknya akan mendapat segala yang indah-indah.
Nilangka tu jolo, sinarihon tu pudi : Melangkah ke depan, perhatikan juga hari kemudian.
Hatop adong pinareakna, lambat adong pinaimana : Cepat ada yang dikejar, lambat ada yang dinantikan.
Ulubalang so mida musu : Dia itu pahlawan tetapi tidak pernah melihat musuh. Musah saja mengatakan pahlawan kalau tidak ada musuh.
Tampuk ni dambibir do i na so boi tu panggonggonan; Parjahajaha di bibir do i, parpustaha di tolonan : Dia itu hanyalah pembaca-baca di bibir dan pemilik pustaka di kerongkongan. Katanya yang indah itu hanya di bibir saja dan bukan cetusan hati nurani; ilmu yang dianggarkannya hanyalah karangan belaka.
Agatna do agat Dairi, imbalona imbalo pege; Hatana do mapultak gambiri, patna so malo hehe : Kata-katanya membuat pecah kemiri tetapi kakinya tidak bisa bergerak. Multnya banyak cakap tetapi tidak berani bertindak.
Ingkon songon poting, lam marisi lam so marsoara : Harus seperti perian, makin berisi makin tak bersuara. Manusia itu, makin berilmu makin sedikit bicara.
Tabo ni juhut sahat tu mudar; Tabo ni hata olat ni bulung ni pinggol : Enaknya daging [gulai] meresap sampai ke dalam darah, tetapi enaknya kata-kata hanya sampai ke daun telinga saja. Kata-kata yang kedengaran enak biasanya tidak berharga dan acapkali menipu.
Rupa ndang tarpangan, pangalaho do na tarpangan : Rupa tak dapat dimakan, tetapi kelakuan dapat dimakan. Rupa yang cantik tak dapat memberikan kebahagiaan yang kekal, tetapi kelakuan dan perangai yang baik akan membuat bahagia.
Sala ma uli sala ma denggan songon sanggar di robean : Seperti pimping yang tumbuh di lereng bukit, salah karena kecantikannya. Kecantikan manusia itu kerapkali mengakibatkan kebinasaannya.
Pilipili soban, unang mapilihu, so tung gabe so dapotan : Seperti memilih-milih kayu bakar, karena terlalu memilih akhirnya tak memperolehnya.
Maos di pangalmisan songon bira na sabotohon : Seperti keladi gatal, banyak dicoba makan tapi tak pernah tertelan.
Pidong tinanda sian imbulunya, jolma sian bibirna : Burung dikenal dari bulunya, manusia dari bibirnya [tuturnya].
Na dangol ni andung do ahu, na siak panomuan : Selalu menangisi kemiskinan dan selalu menderita kepedasan dan kegetiran dunia. Selalu dirundung malang.
Jolo tinaha garungniba, jolo niantan sulangatniba : Haruslah lebih dulu disukat isi perian kita dan ditimbang berat alat penangkap ikan kita. Timbang dahulu kemampuanmu, tenagamu, dan kecakapanmu.
Bau so jolo busuk, bari so jolo masak : Berbau busuk tetapi belum dalam keadaan busuk, basi, walaupun belum masak. Tidak disukai siapa pun walaupun belum nyata kekurangannya.
hmm hari ini aq ngantuk berat….entah kenapa ko males bgt y bikin laporan DPPL komplate
. 1 gara2 kompie ku ngadat lagi instal ulang eh sound ny driver ny rusak…yg ada kerja dalam kesunyian ngk ada suara..untung masih ada radio. dari 5 bab DPPL yg aq kumpul cuma sampai 4 aja..itu pun dengan ngk tidur and ngebut abis….lagian feel untuk ngerjain nya baru dtng jam3 pagi..hihihihii itu males apa males y
hmm minggu depan terpaksa harus ngumpul ulang alias revisi but its okay yg jelas udah nunjukin kalo aq udah usaha untuk ngerjain itu laporan. ada sedikit cerita..about andi..hmm mlm2 doi dtng ke kos trs tanya tentang tugas PI maklum dia PI nya blm jadi..dah gitu isenk2 tanya…”di laopran pp dah sampe mana..” doi bilang udah ampe bab 4 wah ini anak rajin juga pikir ku..eh besok nya waktu ngumpulin laporan tu anak ngk nongol batang hidungnya..kita sempet pada nyangka klo doi blm selesai PI nya and PP jadi ngk berangkat…tau nya cuma gara2 tinta printer habis dia ngk berangkat PP and ngumpul DPPL..ada..ada saja
ya setidaknya ada usaha yang aq lakuin untuk ngerjain DPPL..males nya sama gambarnya aja banyak bgt…hihiihihi..hmm SKPL full lengkap tadi juga dibagikan ya lumayan dpt B. moga aja stabil and ngalami kenaikan trs ampe ntr ujian…waktu nya tidur..ngantuk berat nech zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
hmm…ni ade pesenannya kemaren….mf kakak buru2 cari nya…moga aja bisa bantu tugasny
Kemunculan Internet
Rangkaian pusat yang membentuk Internet bermula pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangunkan oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Pada 01 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, daripada NCP kepada TCP/IP. Ini merupakan permulaan Internet yang kita kenali hari ini. Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan merangkaikan kebanyakan daripada rangkaian-rangkaian komputer yang sedia ada. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Internet hari ini
Internet dikuatkuasa oleh perjanjian dwi- atau pelbagailateral “multilatera” dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini disediakan berdasarkan perbincangan Pasukan Bertindak Kejuruteraan Internet (Internet Engineering Task Force – IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebahagian daripada RFC dijadikan Piawaian Internet (Internet Standard), oleh Lembaga Rekabentuk Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa perkhidmatan popular di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah Emel, Usenet, Newsgroup, perkongsian fail (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, Capaian Sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, Emel dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak perkhidmatan yang dibina berasaskannya, seperti Senarai Mel (Mailing List), dan Weblog. Internet memungkinkan adanya perkhidmatan masa-sebenar (real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang boleh dicapai di seluruh dunia.
Beberapa servis Internet popular yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, TORRENT, dan Gnutella.
Read the rest of this entry »


Yang Pada komentar