Hmm sepertinya rasa malu and otak busuk pemerintah malaysia yang didunia maya lebih terkenal dengan nama malingsia tidak ada matinya. Setelah mengklaim bahwa lagu rasa sayange adalah milik malingsia and dijadikan sebagai lagu untuk theme song pariwisata mereka eh sekarang giliran salah satu kesenian asli indonesia mereka klaim…reog ponorogo
klaim.jpg

Setelah konflik atas lagu rasa sayange yang diakhiri dengan pengakuan dari malingsia bahwa lagu rasa sayange adalah milik negara indonesia, kali ini pemerintah malingsia memutar otak mereka untuk kembali merebut kesenian negara lain. Sasaran mereka kali ini adalah kesenian reog ponorogo yang mereka klaim sebagai milik malingsia. Mereka mencantumkan kesenian yang mereka beri nama tarian barongan itu diwebsite kebudayaan negara mereka

Jika hanya nama saja yang dirubah namun inti dari kesenian itu tetap sama, tentu saja bisa dibilang hanya berganti cover..sama seperti lagu rasa sayange yang hanya mereka gubah lirik tanpa mengerti akan aransemen and cara pelafalan yang benar. Malingsia mengatakan kalo kesenian barongan mereka ini berbeda dengan kesenian reog ponorogo..??? why…why..why…???

Malingsia tidak teliti dalam mencermati hal untuk menguatkan argumen mereka itu…apaan tuh,nari kita telusuri…

Pertama kesenian barongan memang berbeda dengan reog..tapi upst…lihatlah bentuknya…topeng berbentuk harimau ditengah lebatnya bulu merak…malingsia hanya menambahkan sedikit tulisan : malaysia..hmm tentu saja ini sangat mudah untuk ditebak skalipun oleh anak TK. Kalo hewan ditengah topeng besar itu mereka ganti dengan MONYET atau ANJING its okey inti dari kesenian barongan sudah berubah dengan kesenian reog, namun apa yang malingsia lakukan hanya merubah nama

Kedua, asal dari sejarah reog ponorogo ini adalah permintaan seorang anak tepatnya dewi dari kerajaan didaerah ponorogo kepada seorang pangeran yang ingin mempersuntingnya. Dewi tersebut mau disunting oleh sang pangeran namun pangeran tersebut harus dapat membuat sebuah persembahan yang tak ada dua na di dunia ini, so dibuat lah boneka besar dengan inti kepala harimau and berhiaskan lebatnya bulu merak. Harimau melambangkan kekuatan dihutan belantara sedangkan bulu merak melambangkan keindahan yang tiada tara na. Namun pihak malingsia mengklaim kesenian mereka ini berawal dari sejarah nabi yang bisa berbicara kepada hewan dan binatang. Pertanyaan nya kenapa yang mereka ciptakan itu inti harimau dan lebatnya bulu merak..? padahal jika merujuk pada sejarah yang malingsia sampaikan nabi ibrahim tentu dapat berbicara kepada banyak binatang…kenapa tidak ular atau burung…

Ketiga, kesenian reog ponorogo ini telah mengakar and menjadi ciri khas oleh masyarakat ponorogo sebagai identitas daerah mereka…jika hal itu memang demikian tentu banyak seniman reog yang tumbuh and berkembang dari ponorogo dan tentu saja seorang seniman akan dapat menciptakan alat seni yang dia geluti. Oleh karena itu, jika ingin membuktikan keaslian kesenian reog yang pemerintah malingsia klaim sebagai milik mereka…kumpulkan pasa seniman dari masing-masing negara terutana seniman reog. Kemudian biarkan para seniman itu membuat and menciptakan reog tersebut. Hal ini mencurigakan karena malingsia mengklaim kalo reog yang mereka ubah menjadi tarian barongan namun mana para seniman mereka…????? tunjukkan and ceritakan detail serta pentaskan kesenian yang kalian akui milik kalian… kemudian buat lah barongan…hmm menurut saya tidak akan mereka dapat melakukannya karena ada sumber memberitahukan bahwa pemerintah malingsia membeli alat2 untuk menciptakan tarian barongan dari ponorogo..itu sudah memberikan kita informasi kalo mereka hanya bisa mengklaim tak bisa membuktikan…..
Reog adalah salah satu seni yang ada di Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Di daerah ini kondisi sosio kultural masih sangat kental dengan hal-hal yang dianggap magis dan dapat mereka buktikan dengan kemampuan mereka (masyarakat Ponorogo) dan Religi/Kebatinan yang sangat kuat.
Pada dasarnya masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

Pementasan Seni Reog
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Kepada para malingsia…jangan lah hanya mengklaim milik orang sebagai milik kalian. Hanya melakukan perubahan alias editing lalu mengklaim milik kalian. Jangan sampai kasus rasa sayange kembali terulang and kalian akan malu untuk mengakui bahwa kesenian yang jalian klaim adalah milik asli Indonesia

Sumber :
- wikipedia
- kompas cyberlife
- joglosemar
- intenet lainnya