Cihuy.. Selain race dicatalunya kemaren, race jerman ini merupakan salah satu race yang membuat spot jantung juga. Gimana ngk spit jantung, 4 pembalap terdepan saling beradu tunggangan untuk meraih yang terdepan. Duo Yahama harus bertarung melayani Honda dan Ducati. Terlihat bahwa komposisi duo Yahama memang cocok dan bisa mengalahkan Honda dan Ducati. Rossi dan Lorenzo berhasil mengasapi wakil Honda : Pedrosa dan Ducati : Stoner. Cuma kata ini yang bisa ku ucapkan : “Fantastic Race”

Berikut ini adalah hasil dari MotoGP Jerman 2009 :

Pos  Rider             Bike              Time/Gap
1.  Valentino Rossi   Yamaha          41m21.769s
2.  Jorge Lorenzo     Yamaha          +   0.099s
3.  Dani Pedrosa      Honda           +   2.899s

4.  Casey Stoner      Ducati          +  10.226s
5.  Alex de Angelis   Gresini Honda   +  21.522s
6.  Toni Elias        Gresini Honda   +  30.852s
7.  Marco Melandri    Hayate Kawasaki +  31.301s
8.  Nicky Hayden      Ducati          +  31.726s
9.  Colin Edwards     Tech 3 Yamaha   +  32.865s
10.  James Toseland    Tech 3 Yamaha   +  43.926s
11.  Loris Capirossi   Suzuki          +  57.375s
12.  Niccolo Canepa    Pramac Ducati   +1m00.539s
13.  Chris Vermeulen   Suzuki          +1m03.645s
14.  Mika Kallio       Pramac Ducati   +1m04.155s
15.  Gabor Talmacsi    Scot Honda      +    1 lap

Berikut ini adalah jalannya balapan, aq ambilkan dari detiksport.. so lets cek it now..

Duo Yamaha, Rossi dan Lorenzo, yang menempati posisi terdepan melakukan start dengan sempurna, untuk bisa mempertahankan posisi yang mereka miliki selepas start. Namun saat masuk tikungan pertama ke arah kanan, Dani Pedrosa merusak urutan tersebut dengan menyodok ke urutan dua.

Casey stoner juga menjalani awal balapan yang bagus di Sachsenring, dia sudah berada di depan Jorge Lorenzo dan duduk di posisi tiga saat melintasi garis start/finish di lap pertama.

Beberapa tikungan sebelum garis finis di lap perdana tersebut, Randy De puniet menjadi korban pertama MotoGP Jerman. Dia terpelanting dari tunggangannya setelah terlihat kesulitan mengendalikan roda depan motornya.

Di lap ketiga posisi Lorenzo kembali merosot satu anak tangga ke posisi empat, dia disalip Andrea Dovizioso. Di lap yang sama Stoner mulai menunjukkan tajinya, dia mencatat fastest lap untuk terus memberi tekanan terhadap Pedrosa yang berada di depannya.

Kalau Stoner mampu mempertahankan posisinya di barisan depan, tidak demikian dengan Nicky Hayden. Meski meraih hasil kualifikasi terbaik dengan duduk di posisi empat, dia sudah terlempar ke posisi 10 selepas lap tiga.

Di sebuah tikungan ke kanan pada lap keempat, terjadi perubahan posisi di urutan dua saat Stoner dengan gemilang menyusul Pedrosa dari sisi dalam. Juara dunia tahun 2007 itu pun langsung memberi tekanan hebat buat Rossi.

Stoner akhirnya memimpin jalannya MotoGP Jerman untuk kali pertama di lap tujuh. Sama seperti saat menyusul Pedrosa, dia masuk melalui sisi dalam untuk memaksa Rossi turun ke posisi dua. Dua lap berselang Lorenzo mengambil kembali posisi tiga dengan mendahului Pedrosa.

Hingga 10 lap pertama terlewati, balapan masih dipimpin Stoner yang diikuti Rossi, Lorenzo dan Pedrosa. Keempat pembalap ini berhasil membentuk kelompok yang memisahkan diri jauh dari pembalap lainnya. Kelompok kedua pembalap yang terpaut sekitar lima detik adalah Alex de Angelis, Dovizioso, Marco Melandri dan Toni Elias.

Keempat pembalap terdepan itu masih terus melanjutkan dominasinya hingga setegah balapan. Setelah dengan sabar membuntuti Stoner dan menunggu lawannya melakukan kesalahan, di lap 16 Rossi berhasil kembali menyalip Stoner dan meraih posisi terdepan.

Tapi pemuda Australia itu juga tak bertahan lama di posisi dua. Bukannya merebut kembali posisi satu, dia malah turun ke posisi tiga usai dibalap Lorenzo sesaat setelah melewati garis start/finis.

Sementara itu dari barisan tengah balapan, perubahan posisi tak banyak terjadi. Selain Hayden yang masih tertahan di posisi sembilan, tercatat cuma keberhasilan Melandri naik ke posisi enam yang menandai terjadinya perubahan posisi. Hayden kemudian berhasil memperbaiki posisinya dengan naik ke urutan delapan di lap 22.

Saat balapan tersisa lima putaran, perubahan besar terjadi di empat pembalap terdepan. Lorenzo dengan dingin menyusul seniornya itu untuk bisa merebut posisi terdepan, di saat yang nyaris bersamaan Stoner juga dipaksa turun ke urutan empat setelah posisi diambil Pedrosa.

Dua pembalap Yamaha yang kini berada di posisi terdepan kemudian terlibat persaingan sengit, dengan jarak antara keduanya tak pernah lagi melebihi margin satu detik.

Dan seperti terjadi di Seri Catalunya pada pertengahan Juni lalu, Rossi kembali memaksa Lorenzo menyerah padanya. Di rikungan yang sama saat dia dibalap Lorenzo, Rossi gantian kembali mengklaim posisi terdepan. Peristiwa tersebut terjadi saat balapan tinggal menyisakan dua putaran.

Di sisa balapan, Lorenzo terus memberi tekanan pada Rossi. Namun dia tetap tak mampu mendahului sang juara dunia dan terpaksa puas duduk di posisi dua.

Sementara Stoner juga tak kuasa mengambil kembali urutan tiga dari Pedrosa. Pembalap Australia itu malah terlihat bermasalah dengan tunggangannya, Desmosedici GP9 seperti melambat di lap pamungkas.