Diwaktu luang, tidak ada salahnya memantau berita apa saja yang terjadi di sekitar. Namun yang saya temui sedikit membosankan, topik berita yang sedang booming saat ini hanya berkutik pada mahalnya harga cabai yang mencapai 100an ribu, Gayus yang semakin lihai mulai dari plesiran ke Bali hingga luar negeri, sampe yang paling hangat adalah masalah Blackberry. Apakah topik-topik lain sudah kalah pamor??
Cabai mahal dikarenakan musim yang tidak bersahabat. Kalau cabai mahal kenapa harus dibeli?? Logika yang sederhana : “cabai adalah materi pembangkit pedas, apakah hanya cabai? masih ada pilihan lain seperti saos atau merica atau memilih tidak usah memasak pedas..selesai perkara”. Gayus, entah kenapa sulit sekali membongkar sindikat yang melindungi dia, logika nya mudah selidiki saja atasan dan bawahannya, kalau ada oknum yang melindungi ya tangkap. Sampai yang terakhir BB alias blackberry. Layanan BB rencana nya mau di blokir. Apakah hanya BB saja yang menjadi sarana pornografi?? Kalau mau diterlusuri, bukankan layanan broadband juga berpeluang untuk akses pornografi?? bukankan operator non bb alias dengan pulsa internet hp biasa juga bisa mengakses pornografi?? bukankan penjaja vcd bajakan juga bisa menimbulkan pornografi??
Entah kenapa saat ini pola pikir Indonesia dipersulit padahal ada cara yang sederhana? Topik yang seharusnya biasa saja entah kenapa seolah-olah menjadi sesuatu yang vital?? Cabai mahal ya tidak usah dibeli, mau murah ya tanam sendiri dihalaman rumah. Gayus tinggal dipaksa saja mengaku siapa antek-anteknya bila perlu pake cara klasik seperti kursi listrik atau cabut kuku. Blackberry bukan satu-satunya akses pornografi. BB diblock tapi artis yang mesum dibiarkan tampil di TV pikiran macam apa itu??
Semoga keputusan yang diambil oleh petinggi-petinggi kita bukan karena mencari muka atas bobroknya prestasi kerja atau hanya mencari sensasi dengan rencana resufle kabinet. Atau hanya asal membuat keputusan saja tanpa tahu dasar dan landasannya. Berubahlah Indonesia ku.. Berubahlah..

Yang Pada komentar