Beberapa hari terakhir selalu dihebohkan dengan topik berita yang monoton diberbagai media mulai dari kasus Gayus dan hebohnya sindiran lewat video berjudul Andai Aku Gayus, dilanjut dengan statement Presiden soal gaji nya yang belum naik selama 6-7 tahun belakangan yang menimbulkan berbagai opini masyarakat hingga yang terakhir adalah kemunculan crop circle yang diduga sebagai jejak dari UFO atau pesawat luar angkasa.

Entah kenapa, begitu satu topik muncul ke pemukaan maka ramai-ramai semua media informasi fokus ke topik tersebut. Entah itu untuk tujuan memberi informasi atau hanya untuk menaikkan rangking. Padahal masih banyak topik-topik sensitif lainnya yang tidak tersentuh. Banjir lahar Merapi mungkin hanya sesekali saja berita nya muncul. Lumpur Lapindo hanya tinggal kenangan masa lalu yang tidak jelas penyelesaiannya. Rekonstruksi Mentawai dan Wasior sepertinya nyaris tidak ada suaranya jika dibanding kasus Gayus. Kasus Century hanya berujung di Pansus yang sudah memakan uang rakyat hanya untuk rapat dan gelar kesaksian.

Untuk apa Indonesia punya berbagai Lembaga, Kementrian serta Partai kalau semua hanya dijadikan alat perebutan kekuasaan. Bagaimana media menayangkan berbagai berita mengenai ini itu namun tidak ada tindakan real dilapangan. Saling serang para elit politik serta kalangan petinggi negara selalu menghiasi media sehari-hari. Mau dibawa kemana Indonesia ini jika para pemimpin nya hanya memperebutkan kekuasaan????

Masyarakat ini terlalu mudah disetir. Berbagai unjuk rasa baik itu mahasiswa atau “mahasiswa” sering kita temui. Tuntutan macam-macam pun disuarakan, Turunkan Presiden atau Usut kasus ini itu, namun apa tindakan nyata yang dilakukan. Apakah dengan mengganti Presiden masalah Indonesia selesai?? Apakah dengan mengusut kasus ini itu masalah akan selesai?? Lebih baik memberi solusi bukan mencaci maki, lebih baik mengawasi dari pada sok benar sendiri.

Gayus, Gayus dan Gayus.. Seorang pegawai Dirjen Pajak, mengapa untuk membongkar kasus nya begitu sulit sekali?? seperti ada tembok beton yang menghalangi. Ironi memang, dimana gencarnya Dirjen Pajak mengiklankan disana sini bayar lah pajak bayar lah pajak namun pegawainya ternyata korup.. Dan mungkin hal ini pun terjadi di lembaga-lembaga lain namun belum terkuat ke public.

Gaji RI 1 memang cukup besar, mungkin pernyataan Presiden mengenai gaji nya yang belum naik selama 6-7 tahun hanya untuk memacu kinerja aparat nya, bahwa pengabdian bukan hanya dinilai dari gaji. Kalau mau dihitung berapa gaji standar aparat saat ini, apakah tidak cukup? terkadang kita sendiri yang membuat gaji kita tidak cukup dengan kebutuhan hidup. Misalkan gaji polisi pangkat bawah 2juta, ya makanlah,belanjalah,minumlah dan menabunglah dengan kemampuan 2juta. Terkadang rakyat lebih mementingkan gengsi daripada materi. Sudah tau gaji tidak cukup kenapa harus kredit mobil, beli perhiasan, beli blackberry?? Lain hal dengan mereka yang memang pintar-pintar menilai gaji. Dengan gaji 2juta pasti orang pintar akan menyisihkan 100-200ribu untuk tabungan.

Crop circle, entah apa ini tiba-tiba hangat diperbincangkan. Karena hangatnya hingga merenggut korban 1 orang mahasiswa jogja. Tren orang Indonesia adalah ingin tau hal yang baru, belum jelas dan belum ada penelitian mengenai suatu hal sudah ingin bergegas ingin tahu apa yang terjadi. Entah itu UFO beneran atau hanya kerjaan iseng orang seperti diberitakan dibeberapa media. Dan hendaknya pihak berwenang segera mencari info sehingga hal seperti crop cirlce ini tidak menjadi berkepanjangan. Kalau memang itu jejak UFO silahkan teliti, kalau memang itu tindakan iseng orang segera konfirmasi.

Entah apa yang akan terjadi dengan Indonesia ku jika tidak ada kesadaran dari banyak pihak, sadar untuk hidup bernegara yang baik dan sadar untuk tidak korupsi dan sadar untuk tidak percaya akan hal-hal tanpa melihat fakta dilapangan.