Kemaren malam, partai terakhir penyelenggaraan Independent cup yang disponsorin oleh Pertamina. Hasil dari kompetisi yang diikuti oleh hanya 6 negara itu menghasilkan result yaitu Indonesia sebagai pemegang juara. Loh ko bisa y..? Selain itu juga, salah satu penyerang tim nas indonesia A menjadi topskore bersama dengan penyerang negara lain Libya tapi aq lupa nama na habis sulit gitu..hehehehe

Entah bagaimana awal detail na…tapi dari beberapa isu n info yang aq tau, official Libya dipukul oleh slah seorang official Indonesia(pelatih kiper atau siapa aq juga ngk tau). Nah buntutnya, tim Libya pun ngambek ngk mau maen untuk melanjutkan babak ke-2. Wa benar-benar hal yang memalukan bagi persepakbolaan Indonesia.
Padahal, tim indonesia A sudah tertinggal 0-1, namun karena Libya ngambek ngk mau maen akhirnya indonesia A pun jadi juara. Wah..wah..wah sungguh tragis banget…turnamen yang digembor-gemborkan bertaraf internasional harus diakhiri dengan sistem WO dan skor akhir 3-1.
Masih ingat dengan situasi final Liga Indonesia..? Final yang harusnya gegap gempita dan meriah eh harus dimainkan diposisi yang amat menyedihkan, tanpa penonton dan harus digusur kedaerah kabupaten bandung. Kala itu Sriwijaya FC menang atas PSMS Medan. Kali ini, hal memalukan itu terjadi lagi. Final independen Cup harus berakhir dengan aksi mogok dari Liby. Walaupun juara, aq merasa kita tak perlu bangga akan kemenangan yang didapat dari belas kasihan





