Terapan 3G dan 3,5 G

Terapan 3G dan 3,5 G
Willmen TB Panjaitan – 4473

EDGE adalah teknologi nirkabel 3G yang berkemampuan untuk mentransmisi data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi (384 kilobits per detik). EDGE dapat digunakan pada GSM 800, 900, 1800 dan 1900 MHz frequency bands yang ada dan teknologi tambahan UMTS (WCDMA). EDGE menggunakan struktur TDMA (Time Division Multiple Access) yang sama, logic channel dan 200kHz bandwith seperti halnya jaringan GSM yang ada sekarang, menjadikan jaringan yang ada tetap berhubungan. Hal ini menjadikan para operator dapat memberikan layanan multimedia berkecepatan tinggi dengan perlindungan menyeluruh untuk investasi utama mereka.
HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access merupakan teknologi yang berjalan pada platform 3G pada channel baru yang disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang ‘hanya’ mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam project room. 1 Komentar »

Terapan 2G

Terapan 2G
Willmen TB Panjaitan - 4473
2G (Generasi Kedua)
Teknologi komunikasi mobile generasi kedua (2G) berkembang dan meluas penggunaannya pada era tahun 90-an, di mana system digital mulai booming dan digunakan di berbagai aspek teknologi menggantikan system analog. Teknologi 2G merupakan teknologi teleponi mobile yang menggunakan system digital, bukan lagi sistem analog seperti 1G. Bukan hanya booming di era 90-an, teknologi generasi kedua ini masih tetap bertahan sampai sekarang penggunaannya, meskipun tidak booming seperti dulu lagi. Teknologi komunikasi mobile yang dipadukan dengan teknologi digital tentu akan menambah banyak fasilitas, fitur, dan kemudahan bagi para penggunanya. Dengan teknologi digital, dampak yang paling dominan dari pembaruan ini adalah kapasitas yang lebih besar pada sebuah perangkat radio karena teknologi kompresi suara mulai bisa diterapkan disini.
Selain itu, jaringan dengan konsep”Intelligent Network” dapat diterapkan di sini. Maksud dari jaringan Intelligent Network adalah jaringan yang dapat lebih diprediksi, lebih sulit untuk dimanipulasi dan dicurangi, dan lebih kebal terhadap gangguan. Tidak hanya itu saja, banyak servis baru yang dapat ditambahkan pada komunikasi mobile ini. Contoh yang paling umum dilihat adalah MMS (Multimedia Messaging Service) dan kemampuan tekoneksi ke Internet dengan GPRS. Penambahan fitur-fitur baru yang banyak berhubungan dengan data dan sistem packet switching merupakan era baru bagi dunia komunikasi mobile. Era ini juga sering disebut dengan era 2.5G. Teknologi-teknologi yang termasuk dalam kategori teknologi 2G adalah sebagai berikut:
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam project room. 3 Komentar »

CDMA dan WCDMA

CDMA dan WCDMA
Willmen TB Panjaitan – 4473

1. CDMA
a. Sejarah CDMA
Teknologi CDMA pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio militer Amerika Serikat (AS), mulai tahun 1990 patennya diberikan kepada Qualcomm, Inc. dan dijadikan sebagai standar seluler digital di AS sejak tahun 1993. Oleh karena itu tidak heran jika teknologi ini sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning).
b. Pengenalan CDMA
CDMA (code division multiple access) adalah teknologi akses jamak dimana masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam system. Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan.
c. Cara Kerja CDMA

cdma-dan-wcdma.jpg

Baca entri selengkapnya »

WAP dan GPRS

Willmen TB Panjaitan – 4473
WAP dan GPRS

1. WAP
a. Pengertian WAP
WAP adalah singkatan dari Wireless Application Protocol yang membuat pengguna HP bisa mengakses layanan informasi melalui telepon mereka – mirip dengan browsing pada sebuah halaman web. Konsep WAP adalah menggabungkan dua industri besar yang berkembang pesat, yaitu: Wireless dan Internet. Banyak peralatan wireless yang bisa dipakai untuk aplikasi WAP, antara lain Handphone, pager, smartphone, Communicator. Jenis layanan lain yang dapat digunakan dengan aplikasi WAP adalah email, unified messages, notifikasi pesan dan Call management, online address, dan termasuk memudahkan transaksi e-commerce.
Baca entri selengkapnya »

AMPS VS GSM

AMPS dan GSM
Willmen TB Panjaitan –  4473

AMPS
AMPS (Advanced Mobil Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA(Frequency Division Multiple Access) untuk membagi-bagi bandwith radio yang tersedia ke pada sejumlah channel diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwith 1,25 MHz yang diberikan untuk penggunaan selular dibagi menjadi channel dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah channel maka tidak satupun subscriber lainnya dapat mengakses channel tersebut sampai panggilan pertama itu berhenti atau handed-off ke base station lainnya.
AMPS adalah salah satu teknologi komunikasi selular analog yang connection-oriented. Teknologi ini dirancang oleh Bell Labs pada tahun 1969. AMPS menggunakan frekuensi 800 MHz. Pada awalnya dirancang hanya untuk transmisi suara, lalu dikembangkan menjadi transmisi suara dan data. Jangkauan jaringan AMPS terbatas tergantung kepada infrastruktur jaringannya. Teknologi ini stabil untuk jaringan suara dan data. Kecepatan transmisinya berkisar antara 2,4 sampai 14,4 kbps. Troughput sangat dipengaruhi oleh interferensi dan noise. Teknologi ini diimplementasikan untuk suara, data, dan fax. AMPS termasuk teknologi usang karena sudah ada teknologi terbaru yang menawarkan teknologi lebih cepat, stabil, dan aman.
Sistem tersebut masih analog, bersifat lokal, dan pelayanannya sangat terbatas. Data analog pada sistem AMPS seperti suara yang diterima radio atau gambar televisi. Dengan teknologi AMPS, jarak menjadi kendala, semakin jauh jarak dua terminal telepon, suara yang dihasilkan semakin buruk. Perubahan cuaca juga mempengaruhi kualitas suara yang diterima.
AMPS = (Advanced Mobile Phone System) Suatu sistem komunikasi wireless analog. Pesawat telepon seluler AMPS adalah terminal telepon yang dalam operasinya dapat dihubungkan dengan penyelenggara seluler system AMPS yang dapat digunakan untuk komunikasi suara dan data secara timbal-balik. AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar. Teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) salah satu operatornya adalah PT.Komselindo.

GSM
Singkatan dari Global System for Mobile Communications. Biasa disebut sebagai second-generation mobile communication technology atau 2G.
Jaringan GSM terdiri dari tiga bagian:
1.Mobile Station (MS) : sebenarnya MS adalah handset beserta SIM ( Subcriber Identity Module ). SIM adalah modul yang membuat handset mempunyai identitas dan sistem autentikasi tersendiri. Handset mempunyai nomor IMEI ( An International Mobile Equipment Identity ) sebagai identitas unik yang membedakan dengan handset lainnya.
2.Base Station (BS) : BS merupakan interface antara MS dan infrastruktur jaringan GSM.
3.Network : MSC ( Mobile Switching Center ) merupakan inti dari network GSM yang menangani registrasi, autentikasi, ruting percakapan, dan lain lain. Media transmisi dari MSC ke Base Station adalah fiber optic, kabel tembaga, dan microwave.
Ada empat jenis transmisi data di dalam jaringan GSM, yaitu:
1.SMS ( Short Messaging Service ) : berupa pesan text antar GSM devices yang menggunakan SMSC
2.SMSC ( Short Message Service Center ) sebagai gateway.
Circuit-Switched Data : transmisi data sebesar 14,4 kbps. Untuk mentransmisikan data biasanya digunakan card/adapter sebagai penghubung antara komputer dan handset GSM.
3.GPRS ( General Packet Radio Service ) : transmisi data sebesar 114 kbps. GSM dengan GPRS service dikenal dengan 2.5G.
4.EDGE ( Enhanced Data Rates for GSM Evolution ) : transmisi data lebih cepat dari GPRS, yaitu sebesar 384 kbps. EDGE menggunakan frekuensi 800, 900, 1800, 1900 MHz.
GSM dengan teknik EDGE sangat cocok untuk layanan streaming multimedia dan aplikasi broadband lainnya. Dalam waktu dekat ini, salah satu operator selular di Indonesia sudah mulai mencoba menerapkan teknologi EDGE ini.
GSM telah menggunakan sistem digital, namun jarak masih menjadi kendala jaringannya. Demi efisiensi penggunaan frekuensi, jaringan GSM harus menggunakan BTS (base transceiver station) untuk transfer data antarwilayah. Makanya, banyak menara BTS tersebar di berbagai tempat saat ini sebab jarak maksimum daya pancar BTS hanya 35 kilometer.
Di atas platform GSM dikembangkan teknologi GPRS (general packet radio services) yang dapat melakukan transfer data hingga kecepatan 70 kbps dan teknologi EDGE (enhanced data rate for GSM evolution) yang transfer datanya hingga 384 kbps. Dengan GPRS, kita dapat mengirim MMS (multimedia message services) atau akses Internet lebih mudah dan nyaman
Ada beberapa keunggulan menggunakan teknologi digital dibandingkan dengan analog. Di antaranya kapasitas yang besar, sistem security lebih baik dan layanan lebih beragam. Untuk GSM keungulan utamanya, kemampuan roaming yang luas, sehingga dapat dipakai di berbagai negara dan pertumbuhannya dianggap paling pesat. Teknologi GSM sendiri sampai saat ini paling banyak digunakan di dunia, juga di Indonesia. Sedangkan sisi kelemahannya, kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps. Itu terjadi karena awalnya hanya dirancang untuk penggunaan suara.

Berikut adalah secar singkat perbedaan yang dapat diketahui mengenai AMPS dan GSM :

AMPS
1. Generasi pertama
2. Menggunakan teknologi analog
3. Menggunakan frekuensi 800Mhz
4. Menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access)

GSM
1. Generasi kedua dan Generasi dua setengah (GSM berteknologi GPRS)
2. Menggunakan teknologi digital
3. Menggunakan frekuensi 900Mhz
4. menggunakan metode akses gabungan antara FDMA(Frequency Division Multiple Access) dengan TDMA(Time Division Multiple Access)

IDEF (Integrated Definition Methods)

IDEF (Integrated Definition Methods)
Willmen TB Panjaitan – 4473

IDEF 0 (Function Modeling Method)
IDEF 0 moteda dalam mendesain yang digunakan untuk mengambil keputusan, aksi yang dilakukan (action) dan kegiatan yang dikenakan pada organisasi ataupun system. IDEF 0 didasarkan pada pembangunan secara grafik(graphical language), analisis struktur(Structured Analysis) dan teknik pendesainan. Kegunaan dari IDEF 0 yaitu untuk membantu dalam menganalisa system serta juga berguna untuk memelihara komunikasi yang baik antara system analis dengan konsumen system.
Gambar dibawah adalah gambanr mengenai IDEF 0 Box dan Arrow Diagram
gambar IDEF 0

IDEF 1 (Information Modeling Method)
IDEF 1 metode dalam mendesain baik itu analisis maupun untuk mengkomunikasikan dalam masuknya permintaan dari konsumen. IDEF 1 secara umum digunakan untuk mengidentifikasi informasi apa saja yang dapat digunakan dalam mengatur organisasi, selain itu juga untuk menentukan factor mana yang menyebabkan terjadinya masalah yang disebabkan oleh kekurangan informasi dari pihak management sehingga dapat segera dianalisis dan yang terakhir IDEF 1 berguna untuk menentukan informasi yang lebih detail mana yang akan diimplementasikan.
Gambar dibawah adalah gambar mengenai diagram dari IDEF 1

gambar IDEF 1

IDEF 1X (Data Modeling Method)
IDEF 3 (Procces Description Capture Method)
IDEF 3 yaitu melakukan proses penggambaran mengenai deskripsi dari metode untuk melakukan pengumpulan dan pembuatan dokumentasi. IDEF 3 mendeskripsikan mana yang didahulukan antara situasi maupun kejadian nyata yang diimplementasikan kedalam domain ahliuntuk pembangunan dari model struktur dengan menuangkan pengetahuan mengenai bagaimana system akan dibangun, bagaimana prosesnya, ataupun bagaimana organisasinya bekerja.
Gambar dibawah adalah gambar IDEF 3 mengenai Proses Description Diagram.
gambar IDEF 3

IDEF 4 (Object Oriented Desain Method)
Metode pemodelan dari IDEF 4 digunakan sebagai petunjuk atau penuntun dalam memeriksa atau mengawasi jalannya kebenaran dari system. IDEF 4 ini mengadaptasi pola pemodelan object dimana seperti menggunakan larger system development framework dimana diharapka tidak terjadinya kegandaan arti didalamnya dalam metode analisis sistemnya (meminimalkan terjadi ambigus).
Gambar dibawah merupakan gambar dari organisasi metode IDEF 4
gambar IDEF 4

IDEF5 (Integration DEFinition) Ontology Capture
Method (Benjamin, 1994). Tujuan IDEF5 adalah untuk mengarahkan seseorang sehingga menjadi mampu dalam mengaplikasikan IDEF5 untuk mengembangkan dan mengatur ontologi seefektif mungkin.
Secara singkat, IDEF5 ontology development process berisi lima (5) kegiatan berikut ini:
1. Organizing and Scoping . Kegiatan ini melibatkan menentukan tujuan, pandangan dan konteks bagi proyek pengembangan ontologi dan memberikan peran kepada anggota tim.
2. Data Collection . Kegiatan ini melibatkan melndaptkan data mentah yang dibutuhkan bagi pengembangan ontologi.
3. Data Analysis . Kegiatan ini melibatkan menganalisis data untuk memfasilitasi ekstraksi ontologi.
4. Initial Ontology Development. Kegiatan ini melibatkan mengembangkan ontologi pendahuluan dari data yang didapat.
5. Ontology Refinement and Validation. Kegiatan ini melibatkan me-refine dan memvalidasi ontologi untuk menyelesaikan proses pengembangan.
Gambar dibawah adalah basic IDEF 5 yang merupakan schematic Language Symbols  gambar IDEF 5

nah mybe segini dlu..next dilanjutin….
would you be my frendz….?
contact :
willmen46@gmail.com
willmen46.wordpress.com

Ditulis dalam project room. 2 Komentar »

Cybernetik System

Cybernetik System
Cyber: Kependekan dari kata cybernetic, yakni sistem kontrol dan komunikasi yang memungkinkan feedback atau umpan balik. Kata cybernetic berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengendali atau pilot. Bidang ini menjadi disiplin ilmu komunikasi yang berkaitan dengan mengontrol mesin komputer. Istilah ini dipakai pertama kali oleh Louis Couffignal tahun 1958. Kini istilah cyber berkembang menjadi segala sesuatu yang berhubungan dengan internet, kecerdasan buatan dan jaringan komputer.
Istilah “cybernetic” pertama kali dipopulerkan oleh Norbert Wiener, seorang ilmuwan dari Massachussets Institute of Technology (MIT), untuk menggambarkan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Istilah sibernetik digunakan untuk menggambarkan cara bagaimana umpan balik (feedback) memungkinkan berlangsungnya proses komunikasi. Penelitian Wiener dimulai ketika ia mengembangkan sistem anti tembakan pesawat terbang (antiaircraft firing system). Dalam penelitian ini, Wiener mengemukakan konsep umpan balik (feedback) yang menjadi dasar sibernetik, yang melihat komunikasi sebagai lingkaran yang menghubungkan bagian terpisah dari suatu sistem, misal sistem komputer, sistem keluarga, sistem organisasi, ataupun sistem media. Sibernetik awal (early cybernetic) memfokuskan diri pada penyelidikan atas proses mekanisme umpan balik kausal yang terjadi secara sirkular (circular causal feedback mechanisms) dan aplikasi serta prinsip yang mendasari mekanisme tersebut. Sibernetik generasi kedua ditandai pemikiran Heinz von Foerster. Ia menggeser fokus penelitian sibernetik, dari sebelumnya yang berorientasi kepada sistem yang dapat diobservasi, ke penelitian yang lebih jelas dan mendalam, serta memfokuskan diri kepada obervasi itu sendiri.
PEMODELAN PRAKTIK SIBERNETIKA
Aktivitas untuk mewujudkan sistem sibernetik merupakan praktik sibernetika. Penelitian, otomatisasi, atau aktivitas intelektual lainnya; adalah bentuk-bentuk praktik sibernetika. Interaksi manusia/mesin adalah deskripsi yang lebih spesifik dari praktik sibernetik. Praktik sibernetika memanifestasikan perilaku teleologis (yakni perilaku bertujuan) ke dalam mesin. Di lain sisi, praktik sibernetika mendorong manusia untuk memahami dan memaknai performansi mesin; sehingga manusia dapat meningkatkan kemampuannya. Praktik bersisi dua ini mengkontekstualisasikan interaksi manusia/mesin, sehingga dihasilkan performansi bersama yang lebih produktif. Namun demikian, masalah-masalah seperti : konflik, penguatan ketidakpastian, jurang komunikasi dan berbagai eksternalitas lainnya; senantiasa menyertai pencapaian-pencapaian tersebut. Dalam hal tersebut, praktik sibernetika memberikan kemajuan dan sekaligus juga menghasilkan lebih banyak eksternalitas. Lalu, bagaimana keterkaitan antara kemajuan dan eksternalitas tersebut dapat dipahami ?

Suatu pendekatan baru, yakni pendekatan Teori Jejaring-Aktor, menawarkan piranti deskripsi dan analisis bagi interaksi manusia/mesin. Dengan menggunakan pendekatan Teori Jejaring-Aktor, dilakukan studi awal atas praktik sibernetika; yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara kemajuan dan eksternalitas. Studi teoritis atas proses mendesain sistem kontrol, dan studi kasus atas penelitian multidisiplin pemonitoran dan pengontrolan bioproses dilakukan. Berdasarkan kedua studi ini, dibangun model hipotetik dan model empirik. Kedua model saling dibandingkan dan dianalisis, sehingga dihasilkan deskripsi atas hubungan antara kemajuan dan eksternalitas. Hasil-hasil dari studi awal ini adalah :
1. Regulasi atas variasi keadaan membutuhkan daftar kemungkinan keadaan dan keadaan yang diinginkan; bagaimana daftar ini disusun dan didefinisikan, mencerminkan lintasan perjalanan dari praktik sibernetika.
2. Kemajuan yang berkesinambungan hanya mungkin berlangsung apabila regulasi dari variasi keadaan didefinisikan, yang berarti dihasilkannya eksternalitas. Eksternalitas ini memungkinkan praktik sibernetika untuk melanjutkan pengembangan bagi kesinambungan kemajuan. Proses rekursif ini dideskripsikan melalui pendekatan Jejaring-Aktor.
3. Interaksi dari berbagai praktik sibernetika hanya mungkin berlangsung ketika tiap-tiap praktik saling mengadopsi eksternalitas yang dihasilkan oleh praktik lainnya, dan mentransformasikannya menjadi kemajuan melalui pelibatan berbagai elemen baru. Hal ini mengungkap bahwa hubungan antara kemajuan dan eksternalitas mencerminkan karakteristik interkoneksi sistem-sistem sibernetik.

Ditulis dalam project room. 2 Komentar »

Intelegent Network / Intelegent Telecommunication Network

Intelegent Network / Intelegent Telecommunication Network
Willment TB Panjaitan – 4473

Satu hal yang paling penting dalam upaya peningkatan profit adalah dengan penambahan dan perluasan daerah pemasaran serta adanya sistem informasi yang terpadu dari pusat ketiap unit yang dimiliki. Perluasan daerah pemasaran dapat diwujudkan dengan adanya sistem telekomunikasi yang lancar dan dapat menjangkau di tiap daerah yang akan di jadikan sebagai daerah pemasaran. sehingga hal ini diharapkan tidak akan menghambat proses pendistribusian produk maupun informasi dari tiap daerah tujuan.
Intelegent Network secara umum merupakan mesin penghitung (Logic). Perangkat ini merupakan pemegang kendali dan berbagai syarat untuk dapat memanfaatkannya telah di program menjadi fitur dalam sistem jaringan telekomunikasi.
Intelegent network ( Jaringan cerdas ) adalah suatu arsitektur jaringan telekomunikasi yang memiliki tujuan untuk memberikan frame work sehingga kerja dari jaringan untuk implementasi, kntrol dan manajemen menjadi lebih efektif serta lebih ekonomis, dan lebih cepat proses kerjannya dibandingkan arsitektur jaringan yang digunakan saat ini.
Intelegent Network dapat di artikan juga sebagai jaringan pintar. Merupakan konsep jaringan telekomunikasi dengan kapabilitas service independent. Kecerdasan tersebut tidak terdapat di setiap sentral tapi berada pada sistem jaringan yaitu pada sebuah komputer, selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh network, sehingga akan mempercepat penyebaran service ke seluruh network dan akan langsung memenuhi kebutuhan pelanggan.
Intelligent Networks (IN) adalah suatu arsitektur jaringan di atas jaringan (transport) telekomunikasi yang merupakan platform untuk manajemen servis secara terpusat baik untuk servis eksisting maupun servis baru.
Intelegent Network diimplementasikan dengan mengacu pada latar belakang antara lain :
o Kemampuan adaptasi yang cepat
o Kemampuan memberikan servis yang berintelegensi
o Penyediaan servis tidak tergantung dari vendor switch
o Pelanggan dapat mengontrol servis yang diinginkan
o Stimulasi penggunaan jaringan
o Biaya implementasi servis lebih murah
o Implementasi servis mudah dan fleksibel
o Jangkuan layanan yang luas
intelegent-network.jpg

Gambar : Konsep Intelegent Network
o Implementasi IN dapat diterapkan pada jaringan : PSTN, ISDN, PSPDN, PLMN.
o IN diintegrasikan dengan jaringan eksisting PSTN/ISDN dengan menerapkan konsep pemusatan software untuk mengontrol layanan layanan khusus.
o CCS#7 merupakan merupakan tulang punggung IN yang berfungsi untuk transfer informasi, request, command dan respons antar jaringan yang terlibat

Adapun cakupan lingkungan dari Intelegent Network yaitu :
o Service user: pihak yg melakukan dialing untuk memanfaatkan service IN.
o Service subscriber: pihak yang memiliki nomor langganan servis IN dan dapat diakses oleh user.
o Network operator: pihak yang mengontrol logic dan jaringan (servis) sehingga service user dan service subscriber dapat menjalankan bisnis.
o Service operator: pihak yang memperkenalkan dan mengoperasikan servis
o Service provider: pihak yang mensupport service IN
Adapun alas an mengapa Intelegent Network digunakan antara lain :
o Fleksibilitas atas pendefinisian dan kreasi layanan baru tanpa melakukan investasi baru yg terlalu besar di bidang perangkat telekomunikasi.
o Mengurangi time to market untuk meluncurkan suatu service.
o Kemudahan pengontrolan layanan yang dapat memonitor setiap elemen IN SCP
o Menjadikan peluang baru sebagai revenue generator bagi penyedia layanan & operator telekomunikasi.
o Dalam beberapa hal dapat mengurangi ketergantungan langsung kepada vendor untuk meluncurkan service
o Kemungkinan evolusi ke arsitektur jaringan masa depan
Intelegent Network memiliki fungsi dari element-element antara lain :
o SSP: Service Switching Point
1. CCF ( Call Control Fungtion ) yaitu mengendalikan pemrosesan call dan menyediakan layanan koneksi ke network
2. SSF (Service Switching Function) yaitu memberikan dukungan trigger selama pemrosesan & akses ke fungsionalitas IN.
3. SRF ( Specialized Resource Function ) yaitu memberikan dukungan interaksi antara s/w pada switch & service control fungtion.
4. CCAF ( Call Control Agent Function ) yaitu memberikan dukungan khusus kepada resource network khusus yg berinteraksi dengan caller
o SCP ( Service Control Point )
1.SCF(Service Control Function ) yaitu mengeksekusi service logic dan mempengaruhi call processing pada switch melalui interface ke SSF.
2.SDF ( Service Data Function ) yaitu mengelola customer dan data network untuk akses real time pada SCF dalam mengeksekusi layanan-layanan IN.
o IP ( Intelligent Periperal )
o SRF ( Specialized Resource Function ) yaitu memberikan dukungan resource khusus pada network yg berhubungan dg interaksi ( dg caller )
o SMP ( Service Menegement Point / SMS service Management System )
1.SMF ( Service Management Function ) yaitu menyediakan layanan IN dan menyediakan dukungan kepada operasi yang sedang berjalan.
2.SMAF (Service Management Access Function) yaitu interface antara service manajer dan SMF (dapat diimplementasikan terpisah secara fisik atau SMAP)
o SCEP : Service Creation Environment Point
1.SCEF ( Service creation environment function ) :
yaitu tempat di mana kreasi layanan dibangun, diuji dan dimasukkan ke dalam SMF.

nah mybe segini dlu..next dilanjutin….
would you be my frendz….?
contact :
willmen46@gmail.com
willmen46.wordpress.com

Ditulis dalam project room. 5 Komentar »

Telekomunikasi Kabel dan Telekomunikasi Nirkabel

Telekomunikasi Kabel dan Telekomunikasi Nirkabel
Willmen TB Panjaitan – 4473

Telekomunikasi berkaitan erat dengan pengertian yaitu berkomunikasi secara jarak jauh. Dapat pula diartikan sebagai gerak elektronik dan informasi. pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya. Istilah telekomunikasi ini biasanya dipakai untuk menunjuk pada pengertian telepon, internet, VoIP, telex, dan faximili.
Telekomunikasi adalah pertukaran informasi (dimana terjadi perubahan ”format informasi” ) pada hubungan komunikasi jarak jauh yang terjadi secara elektris/elektronis.
Telekomunikasi merupakan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk (suara,data, teks, gambar, audio, video) melalui jaringan berbasis komputer.
Telekomunikasi dasar (primitif) adalah Point to Point dimana ada source (orginating) dan sink (destination) . Untuk dapat memulai dan mengakhiri komunikasi antara kedua pihak harus ada tanda ( signaling ) yang dikenal oleh kedua pihak. Fungsi signaling dalam PtP adalah tanda untuk memulai dan mengakhiri komunikasi.
Telekomunikasi yang modern berbentuk Point to Multipoint (PtM). Untuk PtM searah disebut Broadcast dimana dalam hal komunikasi ini tidak diperlukan signaling. Untuk PtM dua arah maka diperlukan signaling. Telekomunikasi berbentuk Mulipoint to Point, yang terjadi pada hubungan berhirarki (bertingkat). Contoh komunikasi antar sentral.
Jenis-jenis telekomunikasi antara lain :
1. Suara = Teleponi
2. Suara & gambar = Videophone
3. Tulisan yg dicetak (berita) = Telegrafi/Telex
4. Tulisan yg dicetak (data) = Komunikasi Data
5. Tulisan yg dicetak (text) = Teletex
6. Dokumen = Telefax
7. Gambar = Televisi, Videotex
8. Gambar,tulisan & suara = Multimedia
InspiAir, Revolusi Terbaru Komunikasi Nirkabel
Kini, telah tersedia teknologi komunikasi terbaru di bidang telekomunikasi nirkabel. Teknologi terbaru ini ditawarkan InspiAir, yang merevolusi infrastruktur komunikasi nirkabel dengan menawarkan jangkauan luas namun dengan dukungan pasokan tenaga yang relatif lebih kecil. Boleh dikata, InspiAir menawarkan solusi ideal dalam penyediaan layanan internet nirkabel di kawasan perkotaan, perkantoran, hingga pedesaan sekalipun.
Dengan InspiAir, komunikasi berbagai kawasan di kota, seperti kampus, tempat parkir, dan berbagai lokasi lainnya dapat dijangkau akses internet, kapan saja dimana saja. Jangkauannya boleh jadi melebihi jaringan WiFi yang umumnya hanya tersedia di lokasi-lokasi tertentu saja. InspiAir mampu menjangkau jarak hingga 5 km (poin to multipoint) dan 40 km (point to point). Asyiknya lagi, besarnya kapasitas akses memungkinkan layanan yang bisa didapat tak hanya melulu untuk e-mail, melainkan juga video, VoIP, dan komunikasi data berkecepatan tinggi lainnya.
InspiAir mengubah fokus bisnis mereka ke internet, dengan mengembangkan produk InspiAir menjadi platform yang inovatif berbasis pada aplikasi Virtual Transmiting Manager (VTM). InspiAir beroperasi pada frekuensi yang bebas lisensi (2,4 GHz), dan ideal dalam menyediakan banyak kanal dan komunikasi dengan bandwith tinggi. Teknologi ini dapat digunakan oleh semua jenis layanan nirkabel, semisal untuk pemanfaatan di Metropolitan Area Networks (MAN), Wireless Area Network (WAN), dan Local Area Network (LAN). Menggunakan standar dan protokol yang sama dengan WiFi, InspiAir cukup compatible dengan hardware yang tersedia dan mendukung komunikasi point to point maupun point to multipoint dengan koneksi yang lengkap.
Telekomunikasi Powerline Internet Melalui Jaringan Kabel Listrik
Pemain utama dalam telekomunikasi powerline ini adalah Norweb (anak perusahaan United Utilities PLC, London), dan terutama adalah seorang stafnya yaitu Dr. Paul Brown.
Inti dari teknologi ini adalah kemampuan untuk menyediakan Jaringan Daya Terkondisi Frekuensi Tinggi (HFCPN, high frequency conditioned power network) dimana melalui jaringan ini data dapat dilewatkan. Sebagai mana ditunjukkan di atas, prinsip dasarnya adalah menginjeksikan sinyal-sinyal data ke dalam saluran daya listrik pada frekuensi 10 juta kali frekuensi dasar arus listrik (atau sekitar 500/600MHz). Untuk melakukan ini, dibutuhkan Unit-unit Pengkondisi (CU, conditioning units). Unit-unit ini merupakan pengkopel arah tiga terminal yang meliputi bagian high and low pass filter untuk membentuk suatu pengkopel arah frekuensi yang sensitif. Setiap CU mempunyai sebuah terminal jaringan (NP, network port), sebuah terminal distribusi komunikasi (CDP, communication distribution port), dan sebuah terminal distribusi listrik (EDP, electricity distribution port)
CU ini memberikan kemampuan menyediakan hal-hal sbb :
- terkoneksi sinyal-sinyal yang aman dan efisien di atas 1 MHz (misal: sinyal-sinyal data)
- ropagasi penunjuk arah sinyal di atas 1 MHz
- Floor noise minimal di atas 1 MHz
- Isolasi beban-beban pelanggan yang berubah di atas 1 MHz
- Titik titik penghentian layanan jaringan yang cocok untuk pelayanan telekomunikasi
dan listrik
- Kinerja spektral yang optimum dari jaringan kabel
Frekuensi 1 MHz dipilih sebagai frekuensi terendah dimana pengkopel arah yang efektif dan efisien dapat dibangun dan masih menyediakan pelayanan 100 amp, 230/240 volt, 50 Hz kepada pelanggan domestik. Pengalaman sebelumnya dalam menggunakan jaringan distribusi listrik untuk membawa sinyal-sinyal frekuensi rendah (khususnya 3-500 kHz untuk switching pada peralatan-peralatan rumah tangga seperti sistem air panas, lampu jalanan, dll) menunjukkan bahwa atenuasi yang drastis dari sinyal-sinyal adalah jelas dikarenakan adanya capacitive reactance. Pengujian menunjukkan bahwa diatas 1 MHz, reactance induktif mulai menyelimuti capacitive reactance, dan jika impedansi saluran yang digunakan adalah sebesar 600 ohm, maka atenuasi dapat diterima.
Meskipun efisiensi spektral diperkirakan berada antara 6 dan 10 MHz untuk para pelanggan jarak jauh, dan 20 MHz untuk para pelanggan dekat, efisiensi overall dari jaringan HFCPN adalah tergantung pada sejumlah kriteria seperti:
- Tipe pelanggan dan densiti per distributornya (atau fase dari distribusi daya). Secara khusus kira-kira 50 (total 150 per 3 fase, 415 volt, distribusi tegangan rendah ke para pelanggan) di Inggris, dimana teknologi ini dikembangkan dan diuji cobakan. Di Amerika Utara, harga ini bisa cukup rendah sekitar 10-14 pelanggan per distributor.
- Tipe akses multiple yang diperlukan
- Densiti lalu-lintas data (baik saat rata-rata maupun puncak)
- Skema kompresi, coding dan modulasi, yang berpengaruh pada laju data bit per unit spektrum yang tersedia.
- Kebutuhan pelayanan, suara, data, streaming video, dll.
Saat ini, teknologi ini tidak menyediakan sarana yang sangat efisien untuk lalu lintas suara. Sinyal-sinyal suara (analog) menempati lebar pita kira-kira pada 3,1 Khz. Pendigitalan ini akan menghasilkan sinyal digital yang akan menempati lebar pita 10 kali lebih besar (32 Khz), dan sehingga memungkinkan untuk hanya 12 kanal yang dapat beroperasi secara simultan per 4 MHz spektrum. Penelitian saat ini ditekankan pada bidang modulasi, coding, dan kompresi dari sinyal-sinyal analog dengan tujuan memperbaiki situasi yang ada.
Hal ini menggambarkan bahwa teknologi ini dapat menjadi fondasi untuk jaringan akses lokal alternatif yang berkemampuan menyediakan penyebaran yang cepat (seperti infrasruktur media, kabel-kabel daya yang telah ada) dari pelayanan-pelayanan telekomunikasi digital maju untuk perumahan. Konsep jaringan yang diajukan mempunyai lapisan jaringan pertama berbasis pada substasiun listrik lokal

nah mybe segini dlu..next dilanjutin….
would you be my frendz….?
contact :
willmen46@gmail.com
willmen46.wordpress.com

Ditulis dalam project room. 1 Komentar »

Technopreneur dan Social Entrepreneur

Technopreneur dan Social Entrepreneur

Mungkin sedikit informasi ini membantu rekan atau teman yang ingin mengetahui sedikit mengenai bidang kewirausahaan. adapun informasi ini saya dapatkan saat saya Mengambil mata kuliah kewirausahaan dikampus saya.

Technopreneur
Senator Nurbahagia, staf pengajar Fakultas Teknik Industri dan Pascasarjana
Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan, technopreneur adalah salah satu
bentuk usaha dengan karakteristik yang berbeda dengan kewirausahaan biasa.
Technopreneur menggabungkan antara teknologi dan pasar yang akhirnya bermuara pada bisnis.
Technopreneur merupakan orang yang memulai bisnis berbasis pada inovasi teknologi. Orang macam ini, kata Senator, harus memiliki sejumlah sikap pendukung di antaranya memiliki keinginan kuat untuk mengejar prestasi, memiliki kemampuan konseptual, dan kekuatan memecahkan masalah yang tinggi. Selain itu, mereka juga harus memiliki wawasan dan cara pikir yang luas, percaya diri tinggi dan toleran, berani mengambil risiko, realistis, punya kemampuan interpersonal, dan mampu menahan emosi.
Menurut : Senator Nurbahagia, staf pengajar Fakultas Teknik Industri dan Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sumber : republika.co.id

Seseorang yang mempunyai kreativitas suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian yang bertujuan untuk pencapaian laba dan pertumbuhan usaha Berdasarkan identifikasi peluang dan mendayagunakan sumber-sumber serta memodali peluang tersebut
Sumber : powerpoint dari Hj. Ernie Tisnawati Sule, SE, MSi Asep Mulyana, SE, Dipl. Koop.oek

Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya informasi (TI)
Sumber : detik.com

Technopreneur sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya berdasarkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut : Amir Sambodo
Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=141443&kat_id=105&kat_id1=149&kat_id2=

Social Entrepreneur.
Social entrepreneur adalah individu yang melakukan pendekatan masalah social
dengan semangat wirausaha dan intuisi bisnis. Kalau wirausaha menciptakan bisnis
maka social entrepreneurs menciptakan perubahan.
Kalau yang tujuh tipe diatas (ENTREPRENEUR (WIRAUSAHAWAN) :
- ADVISER,
- BUILDER,
- BROKER,
- CARE TAKER,
- CREATOR,
- OWNER,
- SELLER (ACCOUNT,PRODUCT,RETAIL))
terkait dengan bisnis maka tipe yang ini (Social Entrepreneur) tidak terkait dengan bisnis. Social entrepreneur biasanya energik, persisten, dan umumnya percaya diri dengan kemampuan untuk memberikan inspirasi kepada yang lainnya untuk bergabung.
Umumnya mereka merasa bertanggung jawab atas suatu misi tertentu. Social entrepreneur umumnya pragmatik, bisa menjelaskan rencananya dengan rinci dan sangat independen walaupun bukan orang yang penyendiri.
Sumber : http://www.stmik-mdp.net/tes_bakat.pdf.

nah mybe segini dlu..next dilanjutin….
would you be my frendz….?
contact :
willmen46@gmail.com
willmen46.wordpress.com

Ditulis dalam project room. 2 Komentar »

Hubungan Kreatifitas, Inovasi dengan Kewirausahaan

Hubungan Kreatifitas, Inovasi dengan Kewirausahaan

mungkin sedikit informasi ini membantu rekan atau teman yang ingin mengetahui sedikit mengenai bidang kewirausahaan. adapun informasi ini saya dapatkan saat saya mengambil mata kuliah kewirausahaan dikampus saya..

Inovasi
Inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Konsep kebaruan ini berbeda  bagi kebanyakan orang karena sifat nya relative (apa yang dianggap baru oleh seseorang atau pada suatu konteks dapat menjadi sesuatu  yang meruapakan lama bagi orang lain dalam konteks lain).
Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah
atau menciptakan nilai-nilai manfaat(social/ekonomik) (Gde Raka,2001). Untuk menghasilkan perilaku inofatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola (John Adair,1996)

Kreativitas
Kreativitas merupakan memikirkan sesuatu,kemampuan seseorang untuk
melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreatif
Menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya sama sekali belum ada untuk dipergunakan. Ide yang kratif dikaitkan dengan ide yang baru paling tidak untuk orang yang bersangkutan Ide kreatif ini dapat melibatkan  sebuah usaha penggabungan du ahal atau lebih ide-ide secara langsung (John Adair,1996)

Krativitas dan inovasi
Inovasi dan kerativitas berbeda wilayah domain yang sama,teapi memiliki batasan yang tegas. Kreatifitas merupakan langkah pertama menuju inovasi  yang terdiri atas berbagai tahap. Kreatifitas berkaitan dengan produksi  kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi  atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.

Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat  dan  mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki  kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.
Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Namun,gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan
nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki
adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut
dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha.
Seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up),
kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung
risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).

nah mybe segini dlu..next dilanjutin….
would you be my frendz….?
contact :
willmen46@gmail.com
willmen46.wordpress.com

Pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Mobile Trading

Kuis : Metodologi Penelitian

 

I. Intisari

Topik : Pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Mobile Trading

Banyak orang berfikir bahwa mereka dapat hidup dengan nyaman dan tentram jika mereka memiliki pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Ada juga yang berfikir dengan memenangkan undian berhadiah besar maka hidup mereka pun akan terjamin. Namun ada juga sebagian yang berinvestasi untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Banyak hal yang dilakukan dalam berinvestasi antara lain membeli tanah atau rumah yang lebih dikenal dengan investasi proverty, ada yang membuka usaha dalam berbagai bidang yang lebih dikenal dengan wiraswasta namun ada juga yang berinvestasi dalam bentuk saham. Investasi bentuk ini saat ini sangat marak dilakukan oleh banyak orang. Orang bisa saja menjadi kaya raya dan hidup terjamin dengan memiliki saham namun tidak sedikit dari mereka yang harus jatuh miskin dan hidup terkatung-katung karena investasi saham. Memang bidang ini menuntut ketelitian, kesabaran dan keputusan yang bijak dalam menjalankan bisnis dibidang saham ini.

Tidak dapat kita pungkiri lagi, bahwa sekarang kita berada diera teknologi mobile(mobile technologi). Hal itu juga terjadi pada sektor ekonomi. Jika dunia perbankan memiliki mobile banking, kini para pelaku bisnis saham pun dapat menikmati kemudahan produk mobile untuk bisnis mereka. Jika kita mengenal di BEJ(Bursa Efek Jakarta) terdapat remote trading, sedang di BES(Bursa Efek Surabaya) dikenal dengan online trading maka khusus untuk para pelaku bisnis saham khususnya individu dapat juga menikmati informasi mengenai segala sesuatu tentang saham dengan menggunakan sistem informasi mobile trading(SI-MODI)

Dengan mengimplemantasikan aplikasi ini, perusahaan efek tidak perlu lagi mondar-mandir untuk menghubungi tradernya yang bertugas dilantai bursa(trading floor). Pelaku bisnis cukup melakukan order dari kantor perusahaan mereka sendiri karena aplikasi ini dapar dihubungkan(connect) dengan sistem perdagangan BEJ atau istilah yang populernya adalah Jakarta Automated Trading System (JATS). Aplikasi ini memberikan informasi tentang kurs mata uang, posisi saham yang kita miliki berada dalam urutan keberapa, top gainer , top losser, stock buyer dan stock seller. Sistem informasi ini juga dapat diakses dari HP namun informasi yang di terima nasabah melalui ponsel hanya sebatas harga saham yang mencapai top gainer dan top losser, stock buyer dan stock seller. Namun sistem informasi ini sebatas memberikan informasi, untuk melakukan transaksinya harus dilakukan melalui perusahaan yang bersangkutan (berwenang).

Sistem informasi mobile trading(SI-MODI) ini dibangun dengan menggunakan tool C#.net yang mana merupakan bagian dari visual studio.net. Untuk menyimpan data basenya tool yang yang digunakan yaitu SQL server 2000. Untuk akses mobilenya via HP atau webs, sistem informasi ini menyediakan informasi dalam bentuk WML (Wireless Mark-up Language)

 

Kata kunci : mobile technologi, C#.net, SQL server 2000, WML (Wireless Mark-up Language)